Menu Tutup

Bakti BCA Dorong Kemajuan Startup Berbasis Teknologi Pendidikan

Setelah sebelumnya menyelenggarakan forum diskusi Bootstrap Traction for Startup, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA kembali mengadakan forum untuk generasi muda sebagai salah satu bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Masih bekerja sama dengan Code Margonda, kali ini tema yang diusung yakni “Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia”, yang diadakan pada Rabu (4/5) lalu di Menara BCA, Jakarta.

Forum kali ini secara khusus ditujukan bagi para entrepreneur muda yang kreatif melakukan inovasi dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. Perusahaan rintisan atau startup yang bergerak di sektor edtech (education technology), terutama di Indonesia, memang jarang diberitakan meraih pendanaan dengan jumlah fantastis, namun eksistensi mereka nyata adanya. Beberapa di antaranya telah menawarkan layanan pendidikan secara online selama bertahun-tahun, seperti Zenius yang telah berdiri sejak 2004.

Acara ini menghadirkan sejumlah pelaku startup yang telah terbukti sukses dengan inovasinya di ranah edtech, di antaranya Director & Founder Kelase Winastawan Gora Swajati, Business Development RuangGuru Maulana Muhammad, serta startup baru Cozora yang diwakili langsung oleh CEO nya, Riza Herzego. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, dan Founder Code Margonda Tommy Herdiansyah.

Kelase merupakan sarana belajar online dengan beragam fitur, seperti jejaring sosial, kursus online informal, dan perpustakaan online. Dikemas dalam bentuk situs dan aplikasi, Kelase menjadi wadah yang membantu lembaga pendidikan dan komunitas dalam menyediakan layanan online untuk kolaborasi, pembelajaran, dan pertukaran pengetahuan dengan berbagai fitur dan kemudahan akses. Kelase juga merupakan salah satu situs yang juga disertakan ke dalam program internet gratis milik Facebook di Indonesia.

Adapun RuangGuru merupakan marketplace yang menghubungkan antara calon murid dan guru untuk menambah pelajaran atau mengembangkan keahlian tertentu secara privat, mulai dari tambahan pelajaran di sekolah, bahasa, kesenian, olahraga, dan keterampilan lainnya. RuangGuru juga memiliki aplikasi solusi soal pembelajaran secara instan dan platform persiapan ujian yang memungkinkan siswa melakukan simulasi ujian.

Maulana mengungkapkan, “RuangGuru menyediakan banyak pilihan kepada masyarakat untuk memilih guru dan paket belajar yang sesuai dengan budget mereka, mulai dari Rp 50 ribu per jam. Kami juga memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan guru di seluruh Indonesia, yang masih terbilang rendah dibanding negara-negara tetangga. Tantangan startup pendidikan memang dari segi permodalan, masih banyak investor yang ragu apakah dananya akan kembali. Nilai pasarnya memang belum sebesar startup lain di sektor komersial.”

Menurut Inge, usaha yang dapat memberikan nilai tambah di dunia pendidikan adalah sebuah kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa. Sebab, pemanfaatan teknologi dapat memberikan akses yang lebih merata kepada sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia untuk menikmati pendidikan. “Dunia pendidikan dapat menjadi salah satu bidang bagi entrepreneur muda yang ingin membangun usaha mereka selaras dengan memberikan manfaat bagi masyarakat, atau socialpreneur,” ujarnya.

Ke depannya, Bakti BCA akan terus mendukung penuh segala kegiatan yang mendorong lahirnya pebisnis-pebisnis muda, tak terkecuali yang bergerak di dunia pendidikan. “Sudah saatnya generasi muda memberikan nilai tambah melalui usaha yang mereka rintis. Potensi generasi muda sangat besar untuk berkiprah di jalur wirausaha karena bertumpu pada kekuatan kreativitas dan inovasi, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini,” tandas Inge.

Sumber asli : https://swa.co.id/beritabca/bca/bakti-bca-dorong-kemajuan-startup-berbasis-teknologi-pendidikan

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of